Tim DKI Jakarta Merajai, Sumbar Kebagian Satu Gelar

Tim DKI Jakarta Merajai, Sumbar Kebagian Satu Gelar

JAKARTA – Tim Teqball DKI Jakarta merajai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Teqball I mempertandingkan tiga nomor di Senayan Trade Centre Jakarta, 17-18 Desember 2020. Tim Ibukota meraih dua gelar juara yakni ganda putra dan ganda canpuran.

Pasangan ganda putra, Benidiktus Budi S/Yoga Andika meraih gelar juara setelah dalam pertandingan final menundukkan pasangan Sumatera Barat (Sumbar), Afridho Chaniago/Rolly Afriandi dengan skor 12-4, dan 12-10.

Sukses ini diikuti pasangan ganda campuran, Yoga Andika/Yunita yang menjadi juara setelah mengalahkan andalan Jawa Barat, Saepuloh/Eka Widianingsih dengan skor 12-8, dan 12-1.

“Kami senang bisa merebut gelar juara ganda putra. Dan, kami akan terus berlatih keras untuk bisa meraih tiket menperkuat Timnas Teqball Indonesia yang akan tampil pada Asian Beach Games China 2021,” kata Yoga Andika yang diamini Benidiktus Budi S usai pertandingan final, Jumat (18/12/2020).

Satu gelar juara lagi jatuh ke tangan Sumatera Barat. Pasangan ganda putri, Riza Putri Abita/Ramayani yang diluar dugaan melaju ke final menjadi yang terbaik setelah mengalahkan Nira Nurhasanah/Eka Widianingsih dari Jawa Barat dalam pertarungan ketat dengan skor 12-8, dan 12-9.

“Kami senang bisa merebut gelar juara gabda putri lewat perjuangan yang cukup berat. Dan, kami akan terus melakukan latihan sehingga bisa lolos pada Seleksi Nasional (Seleknas) yang akan menentukan Timnas Teqball pada Asian Beach Games 2021. Itu memang sudah menjadi tekad,” kata Riza Putri Abita yang punya dasar olahraga sepak takraw.

“Masih banyak kelemahan yang perlu diperbaiki ke depan. Lewat kejurnas ini kami sudah mengetahui aturan pertandingan,” timpal Ramayani yang sebelumnya menekuni olahraga sepak takraw.

Pelatih asal Hungaria, Bence Forgacs yang langsung memantau seluruh pertandingan kejurnas mengatakan, teknik permainan yang ditampilkan tim-tim cukup bagus. Hanya saja, katanya, mereka butuh pertandingan lebih banyak dalam mematangkan permainan.

“Saya tidak menduga begitu bagusnya perkembangan olahraga Teball di Indonesia. Mereka yang tampil di kejurnas sudah mengusai teknik permainan,” tambahnya.

“Ya, kita salut dengan Tim Sumbar, Jabar, Jateng, Jatim yang belum mendapat pelatihan dari Bence Forgacs tapi bisa menunjukkan permainan yang sangat bagus. Padahal, mereka rata-rata melakukan persiapan selama dua minggu,” timpal Susan Soebakti selaku Ketua Panitia Kejurnas dan Rakernas Teqball Indonesia yang menerapkan protokol kesehatan sangat ketat bagi peserta yang terlibat dari kedua kegiatan tersebut.

Sementara itu, Manajer Project Development PP InaTeq, Irjen Pol Teddy Minahasa meminta seluruh atlet yang meraih gelar juara terus menjalani latihan sekembalinya ke daerah masing-masing. Pasalnya, mereka harus menjalani Seleknas yang akan menentukan skuad Timnas Teqball Indonesia yang tampil di Asian Beach Games 2021.

“Saya minta seluruh atlet yang menjadi juara meningkatkan kondisi fisik dan terus menjalani latihan intensif sehingga bisa tampil lebih baik lagi pada Seleknas Teqball yang akan menentukan skuad Timnas Teqball Indonesia pada Asian Beach Games 2021,” katanya.

Dia juga meminta pelatih yang menangani para atlet yang meraih gelar juara untuk memberikan latihan di pantai. “Kalau bisa mereka menjalani latihan di pantai sehingga tidak mengalami kesulitan pada Asian Beach Games di China nanti,” imbuhnya.

Ketua Umum PP InaTeq, Hellen Sarita Delima mengapresiasi kinerja seluruh Pengrov InaTeq yang telah mengirimkan atlet pada Kejurnas Teqball. “Saya sangat berterima kasih dengan komitmen pengurus Pengprov InaTeq yang telah mensukseskan Kejurnas Teqball pertama. Luar biasa antusiasnya atlet-atlet meski olahraga teqball yang baru seumur jagung berdirinya,” kata Hellen sembari menyebut PP InaTeq akan mengevaluasi pelaksanaan kejurnas secara menyeluruh agar ke depan bisa lebih sempurna lagi.

Lebih jauh Hellen yang juga mantan Plt Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengatakan, PP Inateq sudah melakukan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) untuk menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) InaTeq.
Dalam Rakernas yang digelar di Lanati 16 Gedung FX Senayan itu, PP InaTeq telah melantik 7 Pengprov InaTeq. Yakni, Jawa Barat (Jabar), Banten, Sumatera Selatan (Sumsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Utara (Kaltara), Bengkulu, dan Bangka Belitung. Kini, PP InaTe sudah memiliki 15 Pengorov.

“PP InaTeq dalam waktu dekat akan mendaftarkan jadi anggota KOI dan juga akan mengusulkan jadi anggota KONI Pusat pada Rakernas KONI tahun depan,” ujar Hellen Sarita Delima. ***

Kejurnas Teqball: DKI Raih Dua Gelar, Sumbar Kebagian Gelar Ganda Putri

Kejurnas Teqball: DKI Raih Dua Gelar, Sumbar Kebagian Gelar Ganda Putri

Jakarta – Tim Teqball DKI Jakarta merajai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Teqball I mempertandingkan tiga nomor di Senayan Trade Centre Jakarta, 17-18 Desember 2020. Tim Ibukota meraih dua gelar juara yakni ganda putra dan ganda campuran.

Pasangan ganda putra, Benidiktus Budi S/Yoga Andika meraih gelar juara setelah dalam pertandingan final menundukkan pasangan Sumatra Barat (Sumbar), Afridho Chaniago/Rolly Afriandi dengan skor 12-4, dan 12-10. Sukses ini diikuti pasangan ganda campuran, Yoga Andika/Yunita yang menjadi juara setelah mengalahkan andalan Jawa Barat, Saepuloh/Eka Widianingsih dengan skor 12-8, dan 12-1.

“Kami senang bisa merebut gelar juara ganda putra. Dan, kami akan terus berlatih keras untuk bisa meraih tiket memperkuat Timnas Teqball Indonesia yang akan tampil pada Asian Beach Games China 2021,” kata Yoga Andika yang diamini Benidiktus Budi S usai pertandingan final, Jumat (18/12/2020).

Satu gelar juara lagi jatuh ke tangan Sumatra Barat. Pasangan ganda putri, Riza Putri Abita/Ramayani yang di luar dugaan melaju ke final menjadi yang terbaik setelah mengalahkan Nira Nurhasanah/Eka Widianingsih dari Jawa Barat dalam pertarungan ketat dengan skor 12-8, dan 12-9.

“Kami senang bisa merebut gelar juara ganda putri lewat perjuangan yang cukup berat. Dan, kami akan terus melakukan latihan sehingga bisa lolos pada Seleksi Nasional (Seleknas) yang akan menentukan Timnas Teqball pada Asian Beach Games 2021. Itu memang sudah menjadi tekad,” kata Riza Putri Abita yang punya dasar olahraga sepak takraw.

“Masih banyak kelemahan yang perlu diperbaiki ke depan. Lewat kejurnas ini kami sudah mengetahui aturan pertandingan,” timpal Ramayani yang sebelumnya menekuni olahraga sepak takraw.

Pelatih asal Hungaria, Bence Forgacs, yang langsung memantau seluruh pertandingan kejurnas mengatakan, teknik permainan yang ditampilkan tim-tim cukup bagus. Hanya saja, katanya, mereka butuh pertandingan lebih banyak dalam mematangkan permainan.

“Saya tidak menduga begitu bagusnya perkembangan olahraga Teqball di Indonesia. Mereka yang tampil di kejurnas sudah mengusai teknik permainan,” tambahnya.

“Ya, kita salut dengan Tim Sumbar, Jabar, Jateng, Jatim yang belum mendapat pelatihan dari Bence Forgacs tapi bisa menunjukkan permainan yang sangat bagus. Padahal, mereka rata-rata melakukan persiapan selama dua minggu,” timpal Susan Soebakti selaku Ketua Panitia Kejurnas dan Rakernas Teqball Indonesia.

Sementara itu, Manajer Project Development PP InaTeq, Irjen Pol Teddy Minahasa meminta seluruh atlet yang meraih gelar juara terus menjalani latihan sekembalinya ke daerah masing-masing. Pasalnya, mereka harus menjalani Seleknas yang akan menentukan skuad Timnas Teqball Indonesia yang tampil di Asian Beach Games 2021.

“Saya minta seluruh atlet yang menjadi juara meningkatkan kondisi fisik dan terus menjalani latihan intensif sehingga bisa tampil lebih baik lagi pada Seleknas Teqball yang akan menentukan skuad Timnas Teqball Indonesia pada Asian Beach Games 2021,” katanya.

Dia juga meminta pelatih yang menangani para atlet yang meraih gelar juara untuk memberikan latihan di pantai. “Kalau bisa mereka menjalani latihan di pantai sehingga tidak mengalami kesulitan pada Asian Beach Games di China nanti,” imbuhnya.

Ketua Umum PP InaTeq, Hellen Sarita Delima mengapresiasi kinerja seluruh Pengrov InaTeq yang telah mengirimkan atlet pada Kejurnas Teqball. “Saya sangat berterima kasih dengan komitmen pengurus Pengprov InaTeq yang telah mensukseskan Kejurnas Teqball pertama. Luar biasa antusiasnya atlet-atlet meski olahraga teqball yang baru seumur jagung berdirinya,” kata Hellen sembari menyebut PP InaTeq akan mengevaluasi pelaksanaan kejurnas secara menyeluruh agar ke depan bisa lebih sempurna lagi.

Lebih jauh Hellen yang juga mantan Plt Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengatakan, PP Inateq sudah melakukan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) untuk menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) InaTeq.

Dalam Rakernas yang digelar di Lantai 16 Gedung FX Senayan itu, PP InaTeq telah melantik 7 Pengprov InaTeq. Yakni, Jawa Barat (Jabar), Banten, Sumatra Selatan (Sumsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Utara (Kaltara), Bengkulu, dan Bangka Belitung. Kini, PP InaTe sudah memiliki 15 Pengorov.

“PP InaTeq dalam waktu dekat akan mendaftarkan jadi anggota KOI dan juga akan mengusulkan jadi anggota KONI Pusat pada Rakernas KONI tahun depan,” ujar Hellen Sarita Delima.

Baru Tiga Kali Berlatih, Tim Jawa Barat Sabet Dua Juara Runner-up Kejurnas TeqBall Indonesia

Baru Tiga Kali Berlatih, Tim Jawa Barat Sabet Dua Juara Runner-up Kejurnas TeqBall Indonesia

TRANSINDONESIA.CO – Dua Tim TeqBall Provinsi Jawa Barat meraih runner-up di Kejuaraan Nasional TeqBall yang mempertandingkan tiga nomor yakni, ganda putra dan ganda putri serta ganda campuran putri yang berlangsung di Jakarta pada Kamis 17 – 18 Desember 2020.

Kedua tim TeqBall Jawa Barat yang meraih posisi kedua yakni, Tim TeqBall Ganda Putri setelah dalam partai final harus mengakui keunggulan Tim TeqBall Sumatra Barat dua set langsung ( 8-12, 9-12).

Begitu juga Tim TeqBall Ganda Campuran Jawa Barat meraih posisi kedua setelah dalam partai final ditaklukan Tim TeqBall DKI Jakarta dua set langsung ( 7-12, 7-12).

“Tim TeqBall Jawa Barat ini baru tiga kali berlatih dengan peralatan yang masih minim, namun mampu meraih runner-up melawan Tim TeqBall yang sudah mempersiapkan diri dengan latihan satu tahun ke belakang,” kata Sekretaris Umum TeqBall Jawa Barat, Drs. H. Akhmad Taufan H., M.Pd.I, dalam keterangan digitalnya, Sabtu (19/12/2020).

Akhmad Taufan menyatakan dari tiga nomor yang dipertandingkan, TeqBall Jawa Barat berhasil meraih dua nomor di posisi runner-up.

“Alhamdulillah dari 3 nomor yang dipertandingkan, dua finalis Jawa Barat meraih juara kedua. Ini sudah teramat sangat luar biasa dan merupakan berkah bagi kita dalam memajukan cabang olahraga TeqBall Jawa Barat yang baru terbentuk,” ungkap Akhmad Taufan.

Menanggapi keberhasilan Tim TeqBall tersebut, Ketua Umum TeqBall Jawa Barat, H. Syahrir. SE, M.IPol, menyatakan cukup bangga dengan raihan yang dipersembahkan atlet TeqBall Jawa Barat.

“Dengan hasil yang dicapai Tim TeqBall Jawa Barat ini, kita cukup bangga dengan waktu yang sangat singkat, baik latihan dan pembentukan pengurus Pengda Provinsi TeqBall membuktikan atlet TeqBall Jawa Barat diperhitungkan di tingkat Nasional,” ungkap Syahrir.

Namun demikian, Syahrir mengatakan di masa yang akan datang Tim TeqBall Jawa Barat harus lebih menyesuaikan dengan target-target kejuaraan baik di tingkat Nasional maupun Internasional.

“Selain semangat untuk memajukan cabang olahraga TeqBall di Jawa Barat, capaian program kerja TeqBall Jawa Barat dan InaTeq juga mencetak atlet mengharumkan nama Jawa Barat hingga ke tingkat internasional,” terangnya.

Anggota DPRD Jawa Barat ini berharap para pelatih, official dan atlet TeqBall semakin meningkatkan disiplin dan berlatih untuk mencapai prestasi gemilang yang membanggakan Jawa Barat.

“Di depan sudah menanti berbagi event dan kejuaraan lainnya. Saya harap, prestasi demi prestasi dapat terus diraih. Sembari meningkatan atlet yang ada saat ini, kita juga mempersiapkan atlit sejak usia dini meskipun dengan segala keterbatasan sarana,” ucap Syahrir yang baru dikukuhkan oleh  TeqBall Indonesia sebagai Ketua Umum TeqBall Jawa Barat, Jumat (18/12/2020).

Pengurus Provinsi TeqBall Jawa Barat yang dikukuhkan TeqBall Indonesia adalah:

Ketua Umum: H. Syahrir. SE.M,Ipol. Wakil Ketua: Hengky Dwi Yudha Prayoko.
Sekretaris Umum: Drs. H. Akhmad Taufan H., M.Pd.I.
Bendahara Umum: Dadan Drajat Marta Miharja, S.E.
Beserta jajaran pengurus lainnya berasal dari kalangan praktisi dan akademisi di Jawa Barat.[rls]

PP Inateq Jalankan Misi Pelestarian Lingkungan

PP Inateq Jalankan Misi Pelestarian Lingkungan

Jakarta, Beritasatu.com  – The establishment of the teqball sport in Indonesia must follow the rules of the International Teqball Federation (Fiteq), which requires each member to carry out an environmental conservation program.

After developing the sport of teqball in various regions, now Indonesia Teqball (Inateq) led by Hellen Sarita Delima, which was officially established in March 2019, has started to carry out the noble duties listed in the Articles of Association and Bylaws (Inateq).

At Kampoeng Pepohon 99, which is located on Jalan Muhasan II Cinere Limo Depok, West Java, Saturday (6/2/2021), the former Acting Secretary General of the Indonesian Olympic Committee (KOI) led the committee to plant several types of trees in protecting the environment. Starting from teak, durian, jackfruit, and others.

“PP Inateq is very pleased to be able to carry out the AD / ART orders in preserving the environment by planting trees such as those in the AD / ART Inatec and Fiteq. This is a CSR program that has been discussed with the Director of Asian Teqball Sports Development, Lilla Hovart in a new limited meeting. then, “said Hellen after planting teak and durian trees.

“Hopefully this noble task of preserving the environment can be followed by Pengprov Inateq in various regions. This noble virus must be transmitted for the sake of future generations,” he added.

Hellen Sarita de Lima Imbau Pecinta Teqball Hindari Ruang Publik

Hellen Sarita de Lima Imbau Pecinta Teqball Hindari Ruang Publik

Hellen Sarita de Lima

Jakarta – Dalam upaya menekan perkembangan virus Corona atau Covid 19, Ketua Umum Pengurus Pusat Indonesia Teqball (PP InaTeq), Hellen Sarita de Lima mengimbau pecinta olahraga teqball untuk tidak melakukan kegiatan di ruang publik.

“Marilah kita bersama-sama menjalankan instruksi pemerintah untuk tetap berada di rumah dalam melawan wabah virus Corona.

Dengan menghindari ruang publik demi menjaga kesehatan dan keselamatan berarti kita ikut menyelamatkan keluarga, saudara, teman serta masyarakat sekitar dari penularan virus Corona,” kata Hellen Sarita de Lima di Jakarta, Selasa ((24/3/2020).

Dengan menjalankan seluruh aktivitas di rumah untuk sementara waktu, kata Hellen, secara otomatis membatasi interaksi fisik, serta menjaga jarak secara sosial dengan rekan-rekan dan masyarakat yang berada di ruang publik. “Kita kan tidak tahu apakah orang-orang di sekitar kita mungkin adalah carrier atau pembawa virus ini,” ungkapnya.

Perkembangan teknologi memang sangat memungkinkan untuk bekerja di rumah sembari meminimalisasi dan mempersempit ruang gerak penyebaran Virus Corona. “Bekerja, belajar dan beribadah dari rumah pun sebaiknya diimbangi dengan berolahraga atau melakukan berbagai kegiatan fisik secara teratur. Dengan demikian, stabilitas kondisi fisik lebih terjaga dan tak mudah terserang penyakit,” tandasnya.

Selama berada di rumah, kata Hellen yang juga mantan Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI), pecinta olahraga teqball bisa memanfaatkan online untuk menambah pengetahuan. “Silahkan optimalkan akses online seperti Youtube, google dan lain-lain untuk menambah ilmu dan penerapan latihan teqball di rumah,” jelasnya.

 

https://www.gonews.co/berita/baca/2020/03/24/hellen-sarita-de-lima-imbau-pecinta-teqball-hindari-ruang-publik

Cabang Olahraga Teqball Akhirnya Resmi Diakui di Indonesia

Cabang Olahraga Teqball Akhirnya Resmi Diakui di Indonesia

KOMPAS.com – Cabang olahraga teqball yang belakangan ini mulai populer akhirnya diakui di Indonesia. Induk organisasinya pun resmi dibentuk. Teqball resmi diakui di Indonesia dengan terbentuknya Pengurus Pusat Indonesia Teqball ( PP InaTeq). PP InaTeq dibentuk lantaran olahraga kaum milenial ini bakal resmi dipertandingkan pada ajang Asian Beach Games China 2020 dan Olimpiade Paris 2024.

Olahraga teqball yang berasal dari Hungaria mulai digemari generasi muda. Permainannya merupakan kombinasi antara sepak bola dan tenis meja. Bedanya, jika di tenis meja atau ping-pong menggunakan meja datar, teqball menggunakan meja melengkung. Selain itu, teqball menggunakan bola seukuran bola sepak, serta cara memainkannya harus menggunakan kaki dan kepala. Olahraga ini merupakan olahraga permainan yang mengedepankan kemampuan olah bola, konsentrasi, dan akurasi. Sejumlah bintang sepak bola dunia, termasuk Ronaldinho, ikut mempromosikan teqball dengan unjuk kemampuan dalam berbagai kegiatan.

Peresmian PP InaTeq sendiri dilakukan di Pintu VI Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (8/3/2020) lalu. PP InaTeq menunjuk Hellen Sarita de Lima sebagai ketua umum perdana.

“Olahraga teqball sudah menjadi member Dewan Olimpiade Asia (OCA) dan akan resmi dipertandingkan pada Asian Beach Games China November 2020 dan Olimpiade Paris, Perancis 2024 sebagai cabang eksebisi,” kata Helen.

“Makanya, kami akan bekerja keras mengembangkan olahraga teqball di seluruh Indonesia sehingga bisa menjaring atlet-atlet berkualitas yang akan diterjunkan di kedua multievent itu.

” PP InaTeq sudah membentuk 11 Pengurus Provinsi (pengprov) dan menjalankan berbagai program.

Program awalnya yaitu kursus wasit yang diikuti 20 peserta, terdiri dari pelajar berusia di bawah 16 tahun dan beberapa pengurus PP InaTeq.

Kursus yang berlangsung di Jakarta pada 1-3 November 2019 itu melibatkan tiga instruktur dari FITEQ. “Selain kursus referee, PP InaTeq juga telah melakukan sosialisasi di beberapa sekolah yang berada di wilayah DKI Jakarta,” kata Helen.

“Ke depannya, kami akan melakukan kursus referee dan sosialisasi melalui Pengprov InaTeq yang akan dibentuk di berbagai daerah. Apalagi, kami sudah mengagendakan kejuaraan nasional National Challenger Cup tahun 2020.”

Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora) menyambut baik kehadiran olahraga teqball di Indonesia. Bahkan, Plt Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Chandra Bhakti, mendorong Pengurus Pusat Indonesia Teqball (PP InaTeq) untuk segera menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan National Olympic Committee (NOC) Indonesia.

Pemerintah Siap Dukung Teqball Indonesia

Pemerintah Siap Dukung Teqball Indonesia

INDOSPORT.COM – Pemerintah Indonesia melalui Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Candra Bhakti siap mendukung dan memberikan fasilitas yang dibutuhkan oleh pengurus Teqball Indonesia. Harapan pemerintah yang diungkapkan oleh Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Candra Bhakti agar Teqball Indonesia segera mendapatkan pengakuan, sehingga teqball akan cepat berkembang di Indonesia. “Yang tentu kita sama-sama berharap dapat selalu menjadi bagian dan teqball Indonesia akan eksis terus dalam pengembangan. Harapan kami dari pemerintah tentu segera mendapat pengakuan sehingga teqball akan cepat berkembang di Indonesia,” tegas Chandra Bakti di Senayan (08/03/20).

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang diwakili oleh Anggota Komite Eksekutif KOI, Jadi Rajaguguk menyampaikan 6 point penting, yang pertama KOI membahas tentang atlet, yang kedua pelatih, yang ketiga juri, yang keempat venue, yang kelima event pertandingan internasional, dan yang keenam organisasi. “Pertama adalah menyangkut atlet, kalau ada cabor enggak ada atletnya kan percuma. Maka atlet itu pertama yang sangat penting, kalau sudah ada atlet maka harus ada yang melatih, pelatih. Tadi Bu Hellen (Ketua Teqball Indonesia) sudah mengatakan tentunya harus ada pelatihan pelatih.” “Kalau sudah ada atlet dan pelatih, tentu harus ada juri, kalau ngga ada juri bingung juga bagaimana menilainya. Sudah ada juri, maka harus ada venuenya. Sudah ada venue, Bu Hellen harus membuat event, internasional event. Sudah ada event, baru yang terakhir itu organisasi,” tegas Jadi Rajaguguk Pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang diwakili Sekretaris Jenderal (Sekjen), Ade Lukman mengatakan jika KONI pusat menyambut baik cabang olahraga Teqball di Indonesia dan berharap Teqball Indonesia dapat memberikan banyak prestasi. “KONI Pusat tentunya menyambut baik hadirnya teqball Indonesia. KONI Pusat memiliki 34 KONI provinsi, 514 KONI Kabupaten dan Kota, tentunya kita harapkan juga bahwa Teqball Indonesia akan hadir di 34 provinsi dan juga di 514 Kabupaten/Kota.” “Kita harapkan bersama segera Teqball indonesia dapat dipromosikan di seluruh penjuru Indonesia,” ungkap Ade Lukman (08/03/20).

Semua tamu undangan sangat berharap Teqball Indonesia bisa menjadi cabang olahraga yang banyak diminati oleh masyarakat. Dan bisa menjadi salah satu cabang olahraga yang menghasilkan atlet-atlet yang luar biasa. Penulis: Tesa Yohana

Baca selengkapnya: https://www.indosport.com/multi-event/20200308/pemerintah-siap-dukung-teqball-indonesia

Resmi! Teqball Jadi Olahraga Baru di Indonesia

INDOSPORT.COM – 8 Maret 2020 menjadi tanggal yang bersejarah untuk cabang olahraga teqball. Pasalnya tanggal tersebut menjadi tanggal peresmian cabang olahraga teqball di Indonesia. Cabang olahraga teqball Indonesia diketuai oleh mantan anggota Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yaitu Hellen Sarlita de Lima. Uniknya, dalam memilih tanggal peresmian, tanggal 8 Maret juga dirayakan sebagai peringatan International Women’s Day. Ketua Teqball Indonesia, Hellen mengungkapkan jika teqball Indonesia akan mengikuti kejuaran internasional dalam waktu dekat. Ia bersama pengurus teqball Indonesia juga akan sesegera mungkin mengajukan diri menjadi anggota KOI dan KONI.

“Kejuaraan internasional terdekat bidikan kami adalah Asian Beach Games 2020 di China akhir tahun nanti. Tapi sebelum itu kami akan menggelar kejuaran nasional. Rencananya sebelum atau sesudah puasa.” “Kami juga akan mengajukan diri menjadi anggota KONI dan KOI. Semua proses baru berjalan,” tegas Hellen di Senayan (08/03/20). Rencana pengajuan diri menjadi anggota KOI dari ketua dan pengurus Teqball Indonesia dibenarkan oleh Anggota Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia yaitu Jadi Rajaguguk. Ketua Teqball Indonesia juga berharap jika cabang olahraga ini dapat berprestasi bagi bangsa dan negara Indonesia. Hellen pun tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukung teqball Indonesia.

Acara peresmian Teqball Indonesia banyak dihadiri oleh orang-orang penting di Indonesia, seperti pengurus dari KOI, KONI, dan perwakilan dari Kemenpora. Bahkan beberapa pengurus dari cabang olahraga lain pun menghadiri acara peresmian Teqball Indonesia. Penulis: Tesa Yohana

Baca selengkapnya: https://www.indosport.com/multi-event/20200308/resmi-teqball-jadi-olahraga-baru-di-indonesia

Teqball Masuk Kampus Universitas Negeri Jakarta

JAKARTA -Menjelang Launching yang akan direncanakan di Car Free Day (CFD) Sudirman Jakarta, 8 Maret 2020 mendatang, Pengurus Pusat Indonesia Teqball (PP Ina Teq) kembali memperkenalkan olahraga teqball.

Kali ini, olahraga asal Hungaria itu diperkenalkan kepada mahasiswa dan alumni Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang hadir pada acara peresmian GOR UNJ yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Bawesdan, Minggu, 2 Februari 2020.Pengenalan olahraga teqball yang dilakukan di halaman parkir GOR UNJ itu cukup mendapat perhatian. Bahkan, ratusan mahasiswa/mahasiswi dan alumni UNJ yang hadir dalam acara itu sempat mencoba permainan teqball yang dimulai pukul 07.00 – 11.00 WIB.”Cukup menarik permainannya dan saya yakin olahraga ini bisa berkembang. Pemain sepakbola, futsal dan sepak takraw sudah pasti bisa memainkannya,” kata Andi, salah seorang mahasiswa UNJ yang mencoba bermain dengan pemain yang disiapkan PP Ina Teq.

“Saya senang bisa main Teqball,” kata bocah berusia 10 tahun Asmi yang lebih memilih bermain Teqball daripada mengikuti ayahnya yang menghadiri acara di dalam GOR UNJ.”Ya, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak UNJ yang telah memberikan kesempatan kepada PP Ina Teq untuk memperkenalkan olahraga Teqball. Dan, kami berharap olahraga Teqball bisa diminati kalangan pelajar dan mahasiswa,” kata Ketua Umum PP Ina Teq, Hellen Sarita Delima.Pengenalan olahraga Teqball ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, PP Ina Teq telah memperkenalkan kepada para pelajar SMP Negeri 111 Kemanggisan Jakarta. Bahkan, di sekolah tersebut juga dilakukan kursus pelatih dan wasit yang dilakukan tiga instruktur Federasi International Teqball (FITEQ) yakni Augusztin, Norbert Foris, Renata Vasas dan Lea.Pemilihan SMP Negeri 111 ini sebagai tempat kursus pelatih dan wasit sebagai bentuk penghargaan PP Ina Teq karena para pelajar SMP Negeri 111 yang mengunjungi booth Teqball dan ikut mencoba permainannya dalam kegiatan Olympic Movement in Action di Jakarta, Agustus 2019.”Sebelum adanya kursus pelatih dan wasit Teqball, kami sempat mencoba bermain di meja tenis meja. Kini, kami sudah memiliki enam atlet teqball yang cukup mahir dalam bermain,” kata Yunus Dartono, Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 111 yang memimpin acara pengenalan olahraga Teqball di UNJ.Seperti diketahui Teqball tengah menjadi permainan baru yang mulai digemari. Mirip tenis meja, permainan ini lebih ke pertunjukan kemampuan olah bola dan konsentrasi dan akurasi.

Bedanya jika di tenis meja atau ping pong meja bermainnya mendatar, teqball menggunakan meja melengkung. Jika di tenis meja memakai bat dan bola khusus, di teqball mesti menggunakan kaki dan kepala. Ukuran bolanya juga seperti bola sepak.
Baru-baru ini, eks bintang dunia Ronaldinho unjuk diri dalam permainan yang masih belum mendunia ini. Selain Ronaldinho, sejumlah pesepakbola lain juga unjuk keterampilan.Ditemukan pada 2004, teqball kini tengah dipromosikan menjadi olahraga baru yang merakyat. “Saya harap permainan ini cepat berkembang dan bisa menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan di Olimpiade,” kata Ronaldinho dilansir dari The Sun. ***

https://www.goriau.com/berita/baca/teqball-masuk-kampus-universitas-negeri-jakarta.html

5 Potret Pesepakbola Dunia Bermain Teqball, Ronaldinho Paling Jago?

AKURAT.CO, Teqball tengah menjadi permainan baru yang mulai digemari. Mirip tenis meja, permainan ini lebih ke pertunjukan kemampuan olah bola dan konsentrasi dan akurasi.

Bedanya jika di tenis meja atau ping pong meja bermainnya mendatar, Teqball menggunakan meja melengkung. Jika di tenis meja memakai bat dan bola khusus, di Teqball ini mesti menggunakan kaki dan kepala. Ukuran bolanya juga seperti bola sepak.

Baru-baru ini, eks bintang dunia Ronaldinho unjuk diri dalam permainan yang masih belum mendunia ini. Selain Ronaldinho, sejumlah pesepakbola lain juga unjuk keterampilan.

Ditemukan pada 2004, Teqball kini tengah dipromosikan menjadi olahraga baru yang merakyat. “Saya harap permainan ini cepat berkembang dan bisa
menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan di Olimpiade,” kata Ronaldinho dilansir dari The Sun, Kamis (21/2).

Siapa nih yang kepengen main Teqball?

Teqball is a new sport equipment and a new sport based on football.

Copyright @ 2020 Teqball Indonesia | Supported by Dokter Website