Tim DKI Jakarta Merajai, Sumbar Kebagian Satu Gelar

Tim DKI Jakarta Merajai, Sumbar Kebagian Satu Gelar

JAKARTA – Tim Teqball DKI Jakarta merajai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Teqball I mempertandingkan tiga nomor di Senayan Trade Centre Jakarta, 17-18 Desember 2020. Tim Ibukota meraih dua gelar juara yakni ganda putra dan ganda canpuran.

Pasangan ganda putra, Benidiktus Budi S/Yoga Andika meraih gelar juara setelah dalam pertandingan final menundukkan pasangan Sumatera Barat (Sumbar), Afridho Chaniago/Rolly Afriandi dengan skor 12-4, dan 12-10.

Sukses ini diikuti pasangan ganda campuran, Yoga Andika/Yunita yang menjadi juara setelah mengalahkan andalan Jawa Barat, Saepuloh/Eka Widianingsih dengan skor 12-8, dan 12-1.

“Kami senang bisa merebut gelar juara ganda putra. Dan, kami akan terus berlatih keras untuk bisa meraih tiket menperkuat Timnas Teqball Indonesia yang akan tampil pada Asian Beach Games China 2021,” kata Yoga Andika yang diamini Benidiktus Budi S usai pertandingan final, Jumat (18/12/2020).

Satu gelar juara lagi jatuh ke tangan Sumatera Barat. Pasangan ganda putri, Riza Putri Abita/Ramayani yang diluar dugaan melaju ke final menjadi yang terbaik setelah mengalahkan Nira Nurhasanah/Eka Widianingsih dari Jawa Barat dalam pertarungan ketat dengan skor 12-8, dan 12-9.

“Kami senang bisa merebut gelar juara gabda putri lewat perjuangan yang cukup berat. Dan, kami akan terus melakukan latihan sehingga bisa lolos pada Seleksi Nasional (Seleknas) yang akan menentukan Timnas Teqball pada Asian Beach Games 2021. Itu memang sudah menjadi tekad,” kata Riza Putri Abita yang punya dasar olahraga sepak takraw.

“Masih banyak kelemahan yang perlu diperbaiki ke depan. Lewat kejurnas ini kami sudah mengetahui aturan pertandingan,” timpal Ramayani yang sebelumnya menekuni olahraga sepak takraw.

Pelatih asal Hungaria, Bence Forgacs yang langsung memantau seluruh pertandingan kejurnas mengatakan, teknik permainan yang ditampilkan tim-tim cukup bagus. Hanya saja, katanya, mereka butuh pertandingan lebih banyak dalam mematangkan permainan.

“Saya tidak menduga begitu bagusnya perkembangan olahraga Teball di Indonesia. Mereka yang tampil di kejurnas sudah mengusai teknik permainan,” tambahnya.

“Ya, kita salut dengan Tim Sumbar, Jabar, Jateng, Jatim yang belum mendapat pelatihan dari Bence Forgacs tapi bisa menunjukkan permainan yang sangat bagus. Padahal, mereka rata-rata melakukan persiapan selama dua minggu,” timpal Susan Soebakti selaku Ketua Panitia Kejurnas dan Rakernas Teqball Indonesia yang menerapkan protokol kesehatan sangat ketat bagi peserta yang terlibat dari kedua kegiatan tersebut.

Sementara itu, Manajer Project Development PP InaTeq, Irjen Pol Teddy Minahasa meminta seluruh atlet yang meraih gelar juara terus menjalani latihan sekembalinya ke daerah masing-masing. Pasalnya, mereka harus menjalani Seleknas yang akan menentukan skuad Timnas Teqball Indonesia yang tampil di Asian Beach Games 2021.

“Saya minta seluruh atlet yang menjadi juara meningkatkan kondisi fisik dan terus menjalani latihan intensif sehingga bisa tampil lebih baik lagi pada Seleknas Teqball yang akan menentukan skuad Timnas Teqball Indonesia pada Asian Beach Games 2021,” katanya.

Dia juga meminta pelatih yang menangani para atlet yang meraih gelar juara untuk memberikan latihan di pantai. “Kalau bisa mereka menjalani latihan di pantai sehingga tidak mengalami kesulitan pada Asian Beach Games di China nanti,” imbuhnya.

Ketua Umum PP InaTeq, Hellen Sarita Delima mengapresiasi kinerja seluruh Pengrov InaTeq yang telah mengirimkan atlet pada Kejurnas Teqball. “Saya sangat berterima kasih dengan komitmen pengurus Pengprov InaTeq yang telah mensukseskan Kejurnas Teqball pertama. Luar biasa antusiasnya atlet-atlet meski olahraga teqball yang baru seumur jagung berdirinya,” kata Hellen sembari menyebut PP InaTeq akan mengevaluasi pelaksanaan kejurnas secara menyeluruh agar ke depan bisa lebih sempurna lagi.

Lebih jauh Hellen yang juga mantan Plt Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengatakan, PP Inateq sudah melakukan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) untuk menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) InaTeq.
Dalam Rakernas yang digelar di Lanati 16 Gedung FX Senayan itu, PP InaTeq telah melantik 7 Pengprov InaTeq. Yakni, Jawa Barat (Jabar), Banten, Sumatera Selatan (Sumsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Utara (Kaltara), Bengkulu, dan Bangka Belitung. Kini, PP InaTe sudah memiliki 15 Pengorov.

“PP InaTeq dalam waktu dekat akan mendaftarkan jadi anggota KOI dan juga akan mengusulkan jadi anggota KONI Pusat pada Rakernas KONI tahun depan,” ujar Hellen Sarita Delima. ***

Kejurnas Teqball: DKI Raih Dua Gelar, Sumbar Kebagian Gelar Ganda Putri

Kejurnas Teqball: DKI Raih Dua Gelar, Sumbar Kebagian Gelar Ganda Putri

Jakarta – Tim Teqball DKI Jakarta merajai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Teqball I mempertandingkan tiga nomor di Senayan Trade Centre Jakarta, 17-18 Desember 2020. Tim Ibukota meraih dua gelar juara yakni ganda putra dan ganda campuran.

Pasangan ganda putra, Benidiktus Budi S/Yoga Andika meraih gelar juara setelah dalam pertandingan final menundukkan pasangan Sumatra Barat (Sumbar), Afridho Chaniago/Rolly Afriandi dengan skor 12-4, dan 12-10. Sukses ini diikuti pasangan ganda campuran, Yoga Andika/Yunita yang menjadi juara setelah mengalahkan andalan Jawa Barat, Saepuloh/Eka Widianingsih dengan skor 12-8, dan 12-1.

“Kami senang bisa merebut gelar juara ganda putra. Dan, kami akan terus berlatih keras untuk bisa meraih tiket memperkuat Timnas Teqball Indonesia yang akan tampil pada Asian Beach Games China 2021,” kata Yoga Andika yang diamini Benidiktus Budi S usai pertandingan final, Jumat (18/12/2020).

Satu gelar juara lagi jatuh ke tangan Sumatra Barat. Pasangan ganda putri, Riza Putri Abita/Ramayani yang di luar dugaan melaju ke final menjadi yang terbaik setelah mengalahkan Nira Nurhasanah/Eka Widianingsih dari Jawa Barat dalam pertarungan ketat dengan skor 12-8, dan 12-9.

“Kami senang bisa merebut gelar juara ganda putri lewat perjuangan yang cukup berat. Dan, kami akan terus melakukan latihan sehingga bisa lolos pada Seleksi Nasional (Seleknas) yang akan menentukan Timnas Teqball pada Asian Beach Games 2021. Itu memang sudah menjadi tekad,” kata Riza Putri Abita yang punya dasar olahraga sepak takraw.

“Masih banyak kelemahan yang perlu diperbaiki ke depan. Lewat kejurnas ini kami sudah mengetahui aturan pertandingan,” timpal Ramayani yang sebelumnya menekuni olahraga sepak takraw.

Pelatih asal Hungaria, Bence Forgacs, yang langsung memantau seluruh pertandingan kejurnas mengatakan, teknik permainan yang ditampilkan tim-tim cukup bagus. Hanya saja, katanya, mereka butuh pertandingan lebih banyak dalam mematangkan permainan.

“Saya tidak menduga begitu bagusnya perkembangan olahraga Teqball di Indonesia. Mereka yang tampil di kejurnas sudah mengusai teknik permainan,” tambahnya.

“Ya, kita salut dengan Tim Sumbar, Jabar, Jateng, Jatim yang belum mendapat pelatihan dari Bence Forgacs tapi bisa menunjukkan permainan yang sangat bagus. Padahal, mereka rata-rata melakukan persiapan selama dua minggu,” timpal Susan Soebakti selaku Ketua Panitia Kejurnas dan Rakernas Teqball Indonesia.

Sementara itu, Manajer Project Development PP InaTeq, Irjen Pol Teddy Minahasa meminta seluruh atlet yang meraih gelar juara terus menjalani latihan sekembalinya ke daerah masing-masing. Pasalnya, mereka harus menjalani Seleknas yang akan menentukan skuad Timnas Teqball Indonesia yang tampil di Asian Beach Games 2021.

“Saya minta seluruh atlet yang menjadi juara meningkatkan kondisi fisik dan terus menjalani latihan intensif sehingga bisa tampil lebih baik lagi pada Seleknas Teqball yang akan menentukan skuad Timnas Teqball Indonesia pada Asian Beach Games 2021,” katanya.

Dia juga meminta pelatih yang menangani para atlet yang meraih gelar juara untuk memberikan latihan di pantai. “Kalau bisa mereka menjalani latihan di pantai sehingga tidak mengalami kesulitan pada Asian Beach Games di China nanti,” imbuhnya.

Ketua Umum PP InaTeq, Hellen Sarita Delima mengapresiasi kinerja seluruh Pengrov InaTeq yang telah mengirimkan atlet pada Kejurnas Teqball. “Saya sangat berterima kasih dengan komitmen pengurus Pengprov InaTeq yang telah mensukseskan Kejurnas Teqball pertama. Luar biasa antusiasnya atlet-atlet meski olahraga teqball yang baru seumur jagung berdirinya,” kata Hellen sembari menyebut PP InaTeq akan mengevaluasi pelaksanaan kejurnas secara menyeluruh agar ke depan bisa lebih sempurna lagi.

Lebih jauh Hellen yang juga mantan Plt Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengatakan, PP Inateq sudah melakukan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) untuk menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) InaTeq.

Dalam Rakernas yang digelar di Lantai 16 Gedung FX Senayan itu, PP InaTeq telah melantik 7 Pengprov InaTeq. Yakni, Jawa Barat (Jabar), Banten, Sumatra Selatan (Sumsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Utara (Kaltara), Bengkulu, dan Bangka Belitung. Kini, PP InaTe sudah memiliki 15 Pengorov.

“PP InaTeq dalam waktu dekat akan mendaftarkan jadi anggota KOI dan juga akan mengusulkan jadi anggota KONI Pusat pada Rakernas KONI tahun depan,” ujar Hellen Sarita Delima.

Baru Tiga Kali Berlatih, Tim Jawa Barat Sabet Dua Juara Runner-up Kejurnas TeqBall Indonesia

Baru Tiga Kali Berlatih, Tim Jawa Barat Sabet Dua Juara Runner-up Kejurnas TeqBall Indonesia

TRANSINDONESIA.CO – Dua Tim TeqBall Provinsi Jawa Barat meraih runner-up di Kejuaraan Nasional TeqBall yang mempertandingkan tiga nomor yakni, ganda putra dan ganda putri serta ganda campuran putri yang berlangsung di Jakarta pada Kamis 17 – 18 Desember 2020.

Kedua tim TeqBall Jawa Barat yang meraih posisi kedua yakni, Tim TeqBall Ganda Putri setelah dalam partai final harus mengakui keunggulan Tim TeqBall Sumatra Barat dua set langsung ( 8-12, 9-12).

Begitu juga Tim TeqBall Ganda Campuran Jawa Barat meraih posisi kedua setelah dalam partai final ditaklukan Tim TeqBall DKI Jakarta dua set langsung ( 7-12, 7-12).

“Tim TeqBall Jawa Barat ini baru tiga kali berlatih dengan peralatan yang masih minim, namun mampu meraih runner-up melawan Tim TeqBall yang sudah mempersiapkan diri dengan latihan satu tahun ke belakang,” kata Sekretaris Umum TeqBall Jawa Barat, Drs. H. Akhmad Taufan H., M.Pd.I, dalam keterangan digitalnya, Sabtu (19/12/2020).

Akhmad Taufan menyatakan dari tiga nomor yang dipertandingkan, TeqBall Jawa Barat berhasil meraih dua nomor di posisi runner-up.

“Alhamdulillah dari 3 nomor yang dipertandingkan, dua finalis Jawa Barat meraih juara kedua. Ini sudah teramat sangat luar biasa dan merupakan berkah bagi kita dalam memajukan cabang olahraga TeqBall Jawa Barat yang baru terbentuk,” ungkap Akhmad Taufan.

Menanggapi keberhasilan Tim TeqBall tersebut, Ketua Umum TeqBall Jawa Barat, H. Syahrir. SE, M.IPol, menyatakan cukup bangga dengan raihan yang dipersembahkan atlet TeqBall Jawa Barat.

“Dengan hasil yang dicapai Tim TeqBall Jawa Barat ini, kita cukup bangga dengan waktu yang sangat singkat, baik latihan dan pembentukan pengurus Pengda Provinsi TeqBall membuktikan atlet TeqBall Jawa Barat diperhitungkan di tingkat Nasional,” ungkap Syahrir.

Namun demikian, Syahrir mengatakan di masa yang akan datang Tim TeqBall Jawa Barat harus lebih menyesuaikan dengan target-target kejuaraan baik di tingkat Nasional maupun Internasional.

“Selain semangat untuk memajukan cabang olahraga TeqBall di Jawa Barat, capaian program kerja TeqBall Jawa Barat dan InaTeq juga mencetak atlet mengharumkan nama Jawa Barat hingga ke tingkat internasional,” terangnya.

Anggota DPRD Jawa Barat ini berharap para pelatih, official dan atlet TeqBall semakin meningkatkan disiplin dan berlatih untuk mencapai prestasi gemilang yang membanggakan Jawa Barat.

“Di depan sudah menanti berbagi event dan kejuaraan lainnya. Saya harap, prestasi demi prestasi dapat terus diraih. Sembari meningkatan atlet yang ada saat ini, kita juga mempersiapkan atlit sejak usia dini meskipun dengan segala keterbatasan sarana,” ucap Syahrir yang baru dikukuhkan oleh  TeqBall Indonesia sebagai Ketua Umum TeqBall Jawa Barat, Jumat (18/12/2020).

Pengurus Provinsi TeqBall Jawa Barat yang dikukuhkan TeqBall Indonesia adalah:

Ketua Umum: H. Syahrir. SE.M,Ipol. Wakil Ketua: Hengky Dwi Yudha Prayoko.
Sekretaris Umum: Drs. H. Akhmad Taufan H., M.Pd.I.
Bendahara Umum: Dadan Drajat Marta Miharja, S.E.
Beserta jajaran pengurus lainnya berasal dari kalangan praktisi dan akademisi di Jawa Barat.[rls]

PP Inateq Jalankan Misi Pelestarian Lingkungan

PP Inateq Jalankan Misi Pelestarian Lingkungan

Jakarta, Beritasatu.com  – The establishment of the teqball sport in Indonesia must follow the rules of the International Teqball Federation (Fiteq), which requires each member to carry out an environmental conservation program.

After developing the sport of teqball in various regions, now Indonesia Teqball (Inateq) led by Hellen Sarita Delima, which was officially established in March 2019, has started to carry out the noble duties listed in the Articles of Association and Bylaws (Inateq).

At Kampoeng Pepohon 99, which is located on Jalan Muhasan II Cinere Limo Depok, West Java, Saturday (6/2/2021), the former Acting Secretary General of the Indonesian Olympic Committee (KOI) led the committee to plant several types of trees in protecting the environment. Starting from teak, durian, jackfruit, and others.

“PP Inateq is very pleased to be able to carry out the AD / ART orders in preserving the environment by planting trees such as those in the AD / ART Inatec and Fiteq. This is a CSR program that has been discussed with the Director of Asian Teqball Sports Development, Lilla Hovart in a new limited meeting. then, “said Hellen after planting teak and durian trees.

“Hopefully this noble task of preserving the environment can be followed by Pengprov Inateq in various regions. This noble virus must be transmitted for the sake of future generations,” he added.

Lantik 8 Pengprov INATEQ, Hellen: Jaga Kepercayaan dan Komitmen

Lantik 8 Pengprov INATEQ, Hellen: Jaga Kepercayaan dan Komitmen

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dalam upaya lebih mempopulerkan olahraga Teqball, Ketua Umum Pengurus Pusat Indonesia Teqball (PP Inateq), Hellen Sarita de Lima melantik delapan Pengurus Provinsi (Pengprov) Inateq di Lantai 16 Function Hall Kantor NOC Indonesia, Gedung FX Senayan Jakarta, Senin (16/11/2020).

“Saya sangat berterima kasih atas kesediaannya untuk menjadi pengurus Pengprov Inateq. Marilah kita bersama-sama jalankan komitmen untuk mengembangkan dan mempopulerkan olahraga Teqball di Indonesia,” kata Hellen Sarita dalam acara pelantikan yang dihadiri Sekjen Federasi Teqball Internasional (Fiteq), Marius Vizer secara virtual.

Ke-8 Pengprov Inateq yang dilantik yakni Ketua Pengprov Inateq DKI Jakarta, Sulaiman, Ketua Pengprov Inateq Sulawesi Selatan (Sulsel), Ryan Latief, Ketua Pengprov Inateq Nusa Tenggara Barat (NTB), Ni Ketut Wolini SE SH MM, Ketua Pengprov Inateq Sumatera Barat (Sumbar), Syaiul Yahum SH M.Hum, Ketua Pengprov Inateq Maluku Utara (Malut), Ir Budi Liem, Ketua Pengprov Jateng: DR Eka Yuli Astuti S.pd MA. Ketua Pengprov Inateq Jawa Timur (Jatim), Irmantara Subagio, dan Ketua Pengprov Inateq Sulawesi Utara (Sulut), Fabian Kaloh SIP MSi.

Untuk pengembangan olahraga Teqball ini, kata Hellen yang juga mantan Plt Sekjen KOI, PP Inateq telah menyalurkan 7 unit meja Teqball yang merupakan hasil bantuan Fiteq kepada penguruis Pengprov Inateq. Dalam waktu dekat, ungkapnya, masih ada 56 meja lagi yang akan diberikan Fiteq.

“Sebanyak 56 meja Teqball lagi masih dalam perjalanan menuju Indonesia. Yang pasti, Fiteq memberikan kepercayaan penuh kepada PP Inateq dalam mempopulerkan olahraga Teqball di Indonesia. Jadi, kita wajib menjaga kepercayaan itu dengan menjalankan komitmen dalam pembinaan atlet Teqball di Indonesia,” ujar Hellen yang meminta seluruh Pengprov Inateq mengirimkan video rekaman dan jadwal latihan untuk dilaporkan kepada Fiteq.

Harapan menjadikan olahraga teqball populer di Indonesia juga disampaikan Sekjen Federasi Teqball Internasional (Fiteq), Marius Vizer.

“Teqball dikenalkan pertama kali pada Asian Games Jakarta 2018. Dan, saya berharap olahraga Teqball bisa populer di Indonesia,” katanya.

Dalam acara pelantikan tersebut hadir Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Ferry Kono dan Anggota Eksekutif Komite KOI, dan Othniel Mamahit selaku Wakil Ketua KONI Pusat yang hadir secara online.

“Kita sangat berterima kasih kepada KOI apabila di raoat anggota 2021, dapat mengakui PP Teqball sebagai anggota NOC Indonesia” ujar Hellen sembari menyebutkan PP Inateq juga sudah melakukan koordinasi dengan Sekjen KONI Pusat, Tubagus Ade Lukman agar bisa diterima menjadi anggota KONI pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI tahun depan.

Lebih jauh Hellen menjelaskan rencna akan menggelar Rapat Kerja Nasional Inateq yang akan dilakukan Desember 2020 dan persiapan untuk menghadapi dua kalender event yakni Asian Beach Games di Sanya, China, 2-10 April 2021 dan Asian Indoor Martial Arts Games (AIMAG) di Bangkok, Thailand, 21-30 Mei 2021.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Lantik Delapan Pengprov Inateq, Hellen: Jaga Kepercayaan dan Komitmen, https://www.tribunnews.com/sport/2020/11/17/lantik-delapan-pengprov-inateq-hellen-jaga-kepercayaan-dan-komitmen.

Editor: Toni Bramantoro

Teqball Indonesia Bersiap ke Turnamen Internasional

Teqball Indonesia Bersiap ke Turnamen Internasional

Jakarta – Pengurus Pusat Indonesia Teqball (PP INATEQ) melantik delapan Pengurus Provinsi (Pengprov) di Jakarta. PP INATEQ langsung membidik tampil di ajang internasional.
Teqball adalah salah satu olahraga yang tergolong baru di Indonesia. Setelah melantik delapan pengprov, pada Senin (16/11/2020) di Jakarta, Teqball bersiap menuju Asian Beach Games di Sanya, Tiongkok, 2-10 April 2021. Serta Asian Indoor Martial Arts Games (AIMAG) di Bangkok, 21-30 Mei 2021.

PP INATEQ dalam waktu dekat akan melakukan seleksi nasional atlet teqball di daerah. Kehadiran delapan pengprov baru diharapkan bisa mempermudah penyaringan atlet.

“Seleknas Teqball itu menjaring atlet-atlet potensial untuk dipersiapkan memperkuat Timnas Teqball Indonesia yang akan diterjunkan di ABG dan AIMAG,” kata Manajer Sports Development PP INATEQ, Teddy Minahasa.

Baca juga: Kemenpora Uji Publik Grand Design Keolahragaan Nasional di Sumut
sebelum proses seleksi berjalan, pihaknya akan mendatangkan pelatih asing. Hal itu bertujuan membantu program pembinaan atlet teqball di Indonesia.

“Rencananya sih pelatih asing dari FITEQ (Federasi Teqball Internasional) akan tiba di Indonesia pekan terakhir November. Dia akan memberikan program kepelatihan secara virtual kepada seluruh pelatih klub yang ada di Indonesia hingga akhir Desember,” lanjutnya.

Saat ini terdapat tujuh klub teqball yang ada di Indonesia. Di antaranya PSM Makassar, STC Soccer Tangerang, Jakarta Teqball Club, PS Unesa Surabaya, Minangkabau Padang, Jateng Teqball Club Semarang, dan SMPN 111 Jakarta.

PP INATEQ ke depannya punya misi besar, yakni memunculkan teqball sebagai cabang olahraga eksebisi di ajang Asian Games dan Olimpiade.

“Olahraga teqball itu sudah menjadi member Dewan Olimpiade Asia (OCA), dan akan resmi dipertandingkan pada Asian Games 2022 dan Olimpiade Paris 2024 sebagai cabang eksebisi,” tutur Ketua Umum PP INATEQ, Hellen Sarita de Lima.

Pelatih Hungaria Ajarkan Teknik Teqball di Indonesia

Pelatih Hungaria Ajarkan Teknik Teqball di Indonesia

Tangerang, Beritasatu.com – Pelatih asal Hungaria, Bence Forgacs dikirim Federasi Teqball Internasional (Finteq) menjalankan program kepelatihan teqball di Indonesia. Ia langsung memantau sejumlah klub.

South Tangerang City (STC) Soccer School pun menyambut antusias kedatangan sang pelatih. Bence memperkenalkan teknik dasar permainan olahraga teqball kepada beberapa pemain. Ia menunjukkan cara servis menggunakan kaki dengan baik dan teknik tendangan serta menahan bola tendangan lawan.

“Selain teknik dasar, Bence menjelaskan ada 9 titik tubuh yang bisa digunakan untuk bermain teqball kepada pemain dan pelatih STC Soccer School. Yakni, kaki kiri dan kanan, paha kiri dan kanan, dada, bahu kiri dan kanan, kepala dan punggung,” kata Bidang Organisasi PP Indonesia Teqball (InaTeq), Diana Pattihauan di BSD Tangerang, Minggu (29/11/2020).

Pelatih STC Soccer School, Alfiam Febiyanto mengatakan banyak pelajaran berharga yang didapat dari kunjungan Bence Fargacs. Dia berharap pada kunjungan berikutnya pemain klub BP Teqers Hungaria ini sudah mengajarkan tentang pembuatan program latihan teqball.

“Banyak pelajaran berharga yang didapat dari kunjungan pertamanya ini. Semoga pada kunjungan berikut sudah masuk pada pembuatan program latihan teqbal,” imbuhnya.

Olahraga Teqball, kata Alfiam, cukup menarik dan memberikan variasi baru dalam cabang olahraga khususnya di Indonesia. Dia yakin ke depan teqball bisa berkembang di Indonesia dan melahirkan atlet terbaik yang mampu membawa harum nama bangsa dan negara.

Pelatih Bence juga memberikan program latihan kepada 10 pemain klub teqball SMPN 111. “Saya dikirim Finteq untuk melihat perkembangan olahraga teqball di Indonesia sekaligus memberikan program pelatihan teknik dasar permainan,” katanya.

Melihat penampilan pemain klub SMPN 111, Bence Forgacs menilai cukup bagus apalagi dia mendapat informasi mereka baru menjalani latihan rutin sejak Oktober 2020.

“Cukup bagus dan punya prospek. Mereka butuh latihan lebih banyak lagi untuk bisa menguasai permainan Teqball secara baik,” urai dia.

Selama berada di Indonesia hingga 21 Desember 2020, Berce akan berkeliling ke klub-klub yang berada di Jakarta dan Tangerang untuk memberikan pelatihan teknik dasar permainan Teqball.

“Saya merasa senang mendapat pelajaran teknik dasar permainan teqball dan cara serve yang baik langsung dari pelatih asal Hungaria. Orangnya enak diajak bicara dan mau bermain dengan kita,” kata pemain klub bernama Syahputra yang sudah setahun latihan teqball.

“Pelatihnya enak dalam memberikan penjelasan dan bisa gampang dipahami,” tambah Dian Kemala yang tadinya menekuni olahraga sepak takraw.

 

 

Sumber: BeritaSatu.com

INSIDE TEQBALL: INDONESIAN TEQBALL FEDERATION

INSIDE TEQBALL: INDONESIAN TEQBALL FEDERATION

teqball indonesia

INSIDE TEQBALL – STORIES FROM THE TEQBALL WORLD –

Hellen Sarita de Lima is one of the most prominent sports leaders in Indonesia and she is now the driving force of the country’s teqball journey as Chair of the Indonesian Teqball Central Board (PP InaTeq). The former Secretary General of the Indonesian Olympic Committee brings a wealth of experience from an illustrious career in sports management and FITEQ is delighted with the passion she has shown for teqball.

Reflecting on her first encounter with the sport, Sarita de Lima said, “I first came across teqball in 2018 during our preparations for the Asian Games in Jakarta-Palembang. I immediately thought that it had a big future in Indonesia as it was a combination of football and table tennis, which are both very popular here. As soon as people started hearing about teqball, they all wanted to try it!”

This positive reception encouraged her to begin developing the sport more formally. Her hard work over the past two years led to the establishment of the National Federation (PP InaTeq) in March this year, with the future for Indonesian teqball now looking very bright.  “My ambition is to develop the sport and help our athletes become champions,” said Sarita de Lima. “I also want to promote teqball across the country to help young people in our schools and universities be more active. It is an inclusive sport that can be played by everyone, so it can really make a difference for the students in our country.”

The activities that PP InaTeq has been able to organise this year have been restricted due to COVID-19. However, Sarita de Lima was determined not to let this halt the building momentum of the sport. “We are still learning about teqball and the support FITEQ is providing from an educational perspective has been really helpful. When FITEQ launched the Online Education Platform during lockdown, I was very happy as I could share this with the teqball community here in Indonesia and enable people to keep educating themselves despite the pandemic. This has led to coaches and referees beginning their official qualifications.”

As the world begins to emerge from lockdown, sport will be a key part of the world’s economic and social recovery from COVID-19. Sarita de Lima sees teqball having an important role in Indonesia as it adapts to a new normal, “We have clubs now practicing regularly again and we have the teqball competitions at the Sanya Asian Beach Games and Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG) to look forward to next year. Sport is the perfect way to inspire younger generations and as youth-focused sport, teqball can be at the heart of this in Indonesia.”

As part of its effort to inspire the next generation of teqers, FITEQ launched an Asian Development Programme earlier this year. The programme is helping National Federations build awareness of the sport and supporting their preparations for the exciting competitions in the continent next year. Hungarian teqball star Bence Forgács recently travelled to Indonesia as part of the programme, running workshops for athletes and coaches. “The development programme is enabling us to take teqball to the next level in Indonesia,” said Sarita de Lima. “More people, especially young people, are playing the sport every day. We will soon receive 56 Teq Tables as part of the programme, which will be a massive boost to the sport’s growth here.”

Looking ahead to next year, PP InaTeq is hoping success at the Sanya Asian Beach Games can be a stimulus for further teqball development. “We’re hosting a National Challenger Series in December, which will serve as a qualifier for the major events next year. We’re still a young country in teqball terms, but a strong performance at the Sanya Asian Beach Games and the AIMAG can inspire more people to take up this wonderful sport.”

Hellen Sarita de Lima’s teqball journey is still at the beginning, but she already has great memories in the sport. “It’s been a fascinating few years and getting to know the FITEQ team and wider teqball family has been a great experience. When FITEQ was approved as a full GAISF member earlier this month, I was proud to be part of the sport. The sky is the limit for teqball and I cannot wait for the next year and beyond!”

Hellen Sarita de Lima Imbau Pecinta Teqball Hindari Ruang Publik

Hellen Sarita de Lima Imbau Pecinta Teqball Hindari Ruang Publik

Hellen Sarita de Lima

Jakarta – Dalam upaya menekan perkembangan virus Corona atau Covid 19, Ketua Umum Pengurus Pusat Indonesia Teqball (PP InaTeq), Hellen Sarita de Lima mengimbau pecinta olahraga teqball untuk tidak melakukan kegiatan di ruang publik.

“Marilah kita bersama-sama menjalankan instruksi pemerintah untuk tetap berada di rumah dalam melawan wabah virus Corona.

Dengan menghindari ruang publik demi menjaga kesehatan dan keselamatan berarti kita ikut menyelamatkan keluarga, saudara, teman serta masyarakat sekitar dari penularan virus Corona,” kata Hellen Sarita de Lima di Jakarta, Selasa ((24/3/2020).

Dengan menjalankan seluruh aktivitas di rumah untuk sementara waktu, kata Hellen, secara otomatis membatasi interaksi fisik, serta menjaga jarak secara sosial dengan rekan-rekan dan masyarakat yang berada di ruang publik. “Kita kan tidak tahu apakah orang-orang di sekitar kita mungkin adalah carrier atau pembawa virus ini,” ungkapnya.

Perkembangan teknologi memang sangat memungkinkan untuk bekerja di rumah sembari meminimalisasi dan mempersempit ruang gerak penyebaran Virus Corona. “Bekerja, belajar dan beribadah dari rumah pun sebaiknya diimbangi dengan berolahraga atau melakukan berbagai kegiatan fisik secara teratur. Dengan demikian, stabilitas kondisi fisik lebih terjaga dan tak mudah terserang penyakit,” tandasnya.

Selama berada di rumah, kata Hellen yang juga mantan Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI), pecinta olahraga teqball bisa memanfaatkan online untuk menambah pengetahuan. “Silahkan optimalkan akses online seperti Youtube, google dan lain-lain untuk menambah ilmu dan penerapan latihan teqball di rumah,” jelasnya.

 

https://www.gonews.co/berita/baca/2020/03/24/hellen-sarita-de-lima-imbau-pecinta-teqball-hindari-ruang-publik

Cabang Olahraga Teqball Akhirnya Resmi Diakui di Indonesia

Cabang Olahraga Teqball Akhirnya Resmi Diakui di Indonesia

KOMPAS.com – Cabang olahraga teqball yang belakangan ini mulai populer akhirnya diakui di Indonesia. Induk organisasinya pun resmi dibentuk. Teqball resmi diakui di Indonesia dengan terbentuknya Pengurus Pusat Indonesia Teqball ( PP InaTeq). PP InaTeq dibentuk lantaran olahraga kaum milenial ini bakal resmi dipertandingkan pada ajang Asian Beach Games China 2020 dan Olimpiade Paris 2024.

Olahraga teqball yang berasal dari Hungaria mulai digemari generasi muda. Permainannya merupakan kombinasi antara sepak bola dan tenis meja. Bedanya, jika di tenis meja atau ping-pong menggunakan meja datar, teqball menggunakan meja melengkung. Selain itu, teqball menggunakan bola seukuran bola sepak, serta cara memainkannya harus menggunakan kaki dan kepala. Olahraga ini merupakan olahraga permainan yang mengedepankan kemampuan olah bola, konsentrasi, dan akurasi. Sejumlah bintang sepak bola dunia, termasuk Ronaldinho, ikut mempromosikan teqball dengan unjuk kemampuan dalam berbagai kegiatan.

Peresmian PP InaTeq sendiri dilakukan di Pintu VI Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (8/3/2020) lalu. PP InaTeq menunjuk Hellen Sarita de Lima sebagai ketua umum perdana.

“Olahraga teqball sudah menjadi member Dewan Olimpiade Asia (OCA) dan akan resmi dipertandingkan pada Asian Beach Games China November 2020 dan Olimpiade Paris, Perancis 2024 sebagai cabang eksebisi,” kata Helen.

“Makanya, kami akan bekerja keras mengembangkan olahraga teqball di seluruh Indonesia sehingga bisa menjaring atlet-atlet berkualitas yang akan diterjunkan di kedua multievent itu.

” PP InaTeq sudah membentuk 11 Pengurus Provinsi (pengprov) dan menjalankan berbagai program.

Program awalnya yaitu kursus wasit yang diikuti 20 peserta, terdiri dari pelajar berusia di bawah 16 tahun dan beberapa pengurus PP InaTeq.

Kursus yang berlangsung di Jakarta pada 1-3 November 2019 itu melibatkan tiga instruktur dari FITEQ. “Selain kursus referee, PP InaTeq juga telah melakukan sosialisasi di beberapa sekolah yang berada di wilayah DKI Jakarta,” kata Helen.

“Ke depannya, kami akan melakukan kursus referee dan sosialisasi melalui Pengprov InaTeq yang akan dibentuk di berbagai daerah. Apalagi, kami sudah mengagendakan kejuaraan nasional National Challenger Cup tahun 2020.”

Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora) menyambut baik kehadiran olahraga teqball di Indonesia. Bahkan, Plt Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Chandra Bhakti, mendorong Pengurus Pusat Indonesia Teqball (PP InaTeq) untuk segera menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan National Olympic Committee (NOC) Indonesia.

Teqball is a new sport equipment and a new sport based on football.

Copyright @ 2020 Teqball Indonesia | Supported by Dokter Website