Pelatih Hungaria Ajarkan Teknik Teqball di Indonesia

Pelatih Hungaria Ajarkan Teknik Teqball di Indonesia

Tangerang, Beritasatu.com – Pelatih asal Hungaria, Bence Forgacs dikirim Federasi Teqball Internasional (Finteq) menjalankan program kepelatihan teqball di Indonesia. Ia langsung memantau sejumlah klub.

South Tangerang City (STC) Soccer School pun menyambut antusias kedatangan sang pelatih. Bence memperkenalkan teknik dasar permainan olahraga teqball kepada beberapa pemain. Ia menunjukkan cara servis menggunakan kaki dengan baik dan teknik tendangan serta menahan bola tendangan lawan.

“Selain teknik dasar, Bence menjelaskan ada 9 titik tubuh yang bisa digunakan untuk bermain teqball kepada pemain dan pelatih STC Soccer School. Yakni, kaki kiri dan kanan, paha kiri dan kanan, dada, bahu kiri dan kanan, kepala dan punggung,” kata Bidang Organisasi PP Indonesia Teqball (InaTeq), Diana Pattihauan di BSD Tangerang, Minggu (29/11/2020).

Pelatih STC Soccer School, Alfiam Febiyanto mengatakan banyak pelajaran berharga yang didapat dari kunjungan Bence Fargacs. Dia berharap pada kunjungan berikutnya pemain klub BP Teqers Hungaria ini sudah mengajarkan tentang pembuatan program latihan teqball.

“Banyak pelajaran berharga yang didapat dari kunjungan pertamanya ini. Semoga pada kunjungan berikut sudah masuk pada pembuatan program latihan teqbal,” imbuhnya.

Olahraga Teqball, kata Alfiam, cukup menarik dan memberikan variasi baru dalam cabang olahraga khususnya di Indonesia. Dia yakin ke depan teqball bisa berkembang di Indonesia dan melahirkan atlet terbaik yang mampu membawa harum nama bangsa dan negara.

Pelatih Bence juga memberikan program latihan kepada 10 pemain klub teqball SMPN 111. “Saya dikirim Finteq untuk melihat perkembangan olahraga teqball di Indonesia sekaligus memberikan program pelatihan teknik dasar permainan,” katanya.

Melihat penampilan pemain klub SMPN 111, Bence Forgacs menilai cukup bagus apalagi dia mendapat informasi mereka baru menjalani latihan rutin sejak Oktober 2020.

“Cukup bagus dan punya prospek. Mereka butuh latihan lebih banyak lagi untuk bisa menguasai permainan Teqball secara baik,” urai dia.

Selama berada di Indonesia hingga 21 Desember 2020, Berce akan berkeliling ke klub-klub yang berada di Jakarta dan Tangerang untuk memberikan pelatihan teknik dasar permainan Teqball.

“Saya merasa senang mendapat pelajaran teknik dasar permainan teqball dan cara serve yang baik langsung dari pelatih asal Hungaria. Orangnya enak diajak bicara dan mau bermain dengan kita,” kata pemain klub bernama Syahputra yang sudah setahun latihan teqball.

“Pelatihnya enak dalam memberikan penjelasan dan bisa gampang dipahami,” tambah Dian Kemala yang tadinya menekuni olahraga sepak takraw.

 

 

Sumber: BeritaSatu.com

INSIDE TEQBALL: INDONESIAN TEQBALL FEDERATION

INSIDE TEQBALL: INDONESIAN TEQBALL FEDERATION

teqball indonesia

INSIDE TEQBALL – STORIES FROM THE TEQBALL WORLD –

Hellen Sarita de Lima is one of the most prominent sports leaders in Indonesia and she is now the driving force of the country’s teqball journey as Chair of the Indonesian Teqball Central Board (PP InaTeq). The former Secretary General of the Indonesian Olympic Committee brings a wealth of experience from an illustrious career in sports management and FITEQ is delighted with the passion she has shown for teqball.

Reflecting on her first encounter with the sport, Sarita de Lima said, “I first came across teqball in 2018 during our preparations for the Asian Games in Jakarta-Palembang. I immediately thought that it had a big future in Indonesia as it was a combination of football and table tennis, which are both very popular here. As soon as people started hearing about teqball, they all wanted to try it!”

This positive reception encouraged her to begin developing the sport more formally. Her hard work over the past two years led to the establishment of the National Federation (PP InaTeq) in March this year, with the future for Indonesian teqball now looking very bright.  “My ambition is to develop the sport and help our athletes become champions,” said Sarita de Lima. “I also want to promote teqball across the country to help young people in our schools and universities be more active. It is an inclusive sport that can be played by everyone, so it can really make a difference for the students in our country.”

The activities that PP InaTeq has been able to organise this year have been restricted due to COVID-19. However, Sarita de Lima was determined not to let this halt the building momentum of the sport. “We are still learning about teqball and the support FITEQ is providing from an educational perspective has been really helpful. When FITEQ launched the Online Education Platform during lockdown, I was very happy as I could share this with the teqball community here in Indonesia and enable people to keep educating themselves despite the pandemic. This has led to coaches and referees beginning their official qualifications.”

As the world begins to emerge from lockdown, sport will be a key part of the world’s economic and social recovery from COVID-19. Sarita de Lima sees teqball having an important role in Indonesia as it adapts to a new normal, “We have clubs now practicing regularly again and we have the teqball competitions at the Sanya Asian Beach Games and Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG) to look forward to next year. Sport is the perfect way to inspire younger generations and as youth-focused sport, teqball can be at the heart of this in Indonesia.”

As part of its effort to inspire the next generation of teqers, FITEQ launched an Asian Development Programme earlier this year. The programme is helping National Federations build awareness of the sport and supporting their preparations for the exciting competitions in the continent next year. Hungarian teqball star Bence Forgács recently travelled to Indonesia as part of the programme, running workshops for athletes and coaches. “The development programme is enabling us to take teqball to the next level in Indonesia,” said Sarita de Lima. “More people, especially young people, are playing the sport every day. We will soon receive 56 Teq Tables as part of the programme, which will be a massive boost to the sport’s growth here.”

Looking ahead to next year, PP InaTeq is hoping success at the Sanya Asian Beach Games can be a stimulus for further teqball development. “We’re hosting a National Challenger Series in December, which will serve as a qualifier for the major events next year. We’re still a young country in teqball terms, but a strong performance at the Sanya Asian Beach Games and the AIMAG can inspire more people to take up this wonderful sport.”

Hellen Sarita de Lima’s teqball journey is still at the beginning, but she already has great memories in the sport. “It’s been a fascinating few years and getting to know the FITEQ team and wider teqball family has been a great experience. When FITEQ was approved as a full GAISF member earlier this month, I was proud to be part of the sport. The sky is the limit for teqball and I cannot wait for the next year and beyond!”

Hellen Sarita de Lima Imbau Pecinta Teqball Hindari Ruang Publik

Hellen Sarita de Lima Imbau Pecinta Teqball Hindari Ruang Publik

Hellen Sarita de Lima

Jakarta – Dalam upaya menekan perkembangan virus Corona atau Covid 19, Ketua Umum Pengurus Pusat Indonesia Teqball (PP InaTeq), Hellen Sarita de Lima mengimbau pecinta olahraga teqball untuk tidak melakukan kegiatan di ruang publik.

“Marilah kita bersama-sama menjalankan instruksi pemerintah untuk tetap berada di rumah dalam melawan wabah virus Corona.

Dengan menghindari ruang publik demi menjaga kesehatan dan keselamatan berarti kita ikut menyelamatkan keluarga, saudara, teman serta masyarakat sekitar dari penularan virus Corona,” kata Hellen Sarita de Lima di Jakarta, Selasa ((24/3/2020).

Dengan menjalankan seluruh aktivitas di rumah untuk sementara waktu, kata Hellen, secara otomatis membatasi interaksi fisik, serta menjaga jarak secara sosial dengan rekan-rekan dan masyarakat yang berada di ruang publik. “Kita kan tidak tahu apakah orang-orang di sekitar kita mungkin adalah carrier atau pembawa virus ini,” ungkapnya.

Perkembangan teknologi memang sangat memungkinkan untuk bekerja di rumah sembari meminimalisasi dan mempersempit ruang gerak penyebaran Virus Corona. “Bekerja, belajar dan beribadah dari rumah pun sebaiknya diimbangi dengan berolahraga atau melakukan berbagai kegiatan fisik secara teratur. Dengan demikian, stabilitas kondisi fisik lebih terjaga dan tak mudah terserang penyakit,” tandasnya.

Selama berada di rumah, kata Hellen yang juga mantan Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI), pecinta olahraga teqball bisa memanfaatkan online untuk menambah pengetahuan. “Silahkan optimalkan akses online seperti Youtube, google dan lain-lain untuk menambah ilmu dan penerapan latihan teqball di rumah,” jelasnya.

 

https://www.gonews.co/berita/baca/2020/03/24/hellen-sarita-de-lima-imbau-pecinta-teqball-hindari-ruang-publik

Cabang Olahraga Teqball Akhirnya Resmi Diakui di Indonesia

Cabang Olahraga Teqball Akhirnya Resmi Diakui di Indonesia

KOMPAS.com – Cabang olahraga teqball yang belakangan ini mulai populer akhirnya diakui di Indonesia. Induk organisasinya pun resmi dibentuk. Teqball resmi diakui di Indonesia dengan terbentuknya Pengurus Pusat Indonesia Teqball ( PP InaTeq). PP InaTeq dibentuk lantaran olahraga kaum milenial ini bakal resmi dipertandingkan pada ajang Asian Beach Games China 2020 dan Olimpiade Paris 2024.

Olahraga teqball yang berasal dari Hungaria mulai digemari generasi muda. Permainannya merupakan kombinasi antara sepak bola dan tenis meja. Bedanya, jika di tenis meja atau ping-pong menggunakan meja datar, teqball menggunakan meja melengkung. Selain itu, teqball menggunakan bola seukuran bola sepak, serta cara memainkannya harus menggunakan kaki dan kepala. Olahraga ini merupakan olahraga permainan yang mengedepankan kemampuan olah bola, konsentrasi, dan akurasi. Sejumlah bintang sepak bola dunia, termasuk Ronaldinho, ikut mempromosikan teqball dengan unjuk kemampuan dalam berbagai kegiatan.

Peresmian PP InaTeq sendiri dilakukan di Pintu VI Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (8/3/2020) lalu. PP InaTeq menunjuk Hellen Sarita de Lima sebagai ketua umum perdana.

“Olahraga teqball sudah menjadi member Dewan Olimpiade Asia (OCA) dan akan resmi dipertandingkan pada Asian Beach Games China November 2020 dan Olimpiade Paris, Perancis 2024 sebagai cabang eksebisi,” kata Helen.

“Makanya, kami akan bekerja keras mengembangkan olahraga teqball di seluruh Indonesia sehingga bisa menjaring atlet-atlet berkualitas yang akan diterjunkan di kedua multievent itu.

” PP InaTeq sudah membentuk 11 Pengurus Provinsi (pengprov) dan menjalankan berbagai program.

Program awalnya yaitu kursus wasit yang diikuti 20 peserta, terdiri dari pelajar berusia di bawah 16 tahun dan beberapa pengurus PP InaTeq.

Kursus yang berlangsung di Jakarta pada 1-3 November 2019 itu melibatkan tiga instruktur dari FITEQ. “Selain kursus referee, PP InaTeq juga telah melakukan sosialisasi di beberapa sekolah yang berada di wilayah DKI Jakarta,” kata Helen.

“Ke depannya, kami akan melakukan kursus referee dan sosialisasi melalui Pengprov InaTeq yang akan dibentuk di berbagai daerah. Apalagi, kami sudah mengagendakan kejuaraan nasional National Challenger Cup tahun 2020.”

Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora) menyambut baik kehadiran olahraga teqball di Indonesia. Bahkan, Plt Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Chandra Bhakti, mendorong Pengurus Pusat Indonesia Teqball (PP InaTeq) untuk segera menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan National Olympic Committee (NOC) Indonesia.

Pemerintah Siap Dukung Teqball Indonesia

Pemerintah Siap Dukung Teqball Indonesia

INDOSPORT.COM – Pemerintah Indonesia melalui Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Candra Bhakti siap mendukung dan memberikan fasilitas yang dibutuhkan oleh pengurus Teqball Indonesia. Harapan pemerintah yang diungkapkan oleh Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Candra Bhakti agar Teqball Indonesia segera mendapatkan pengakuan, sehingga teqball akan cepat berkembang di Indonesia. “Yang tentu kita sama-sama berharap dapat selalu menjadi bagian dan teqball Indonesia akan eksis terus dalam pengembangan. Harapan kami dari pemerintah tentu segera mendapat pengakuan sehingga teqball akan cepat berkembang di Indonesia,” tegas Chandra Bakti di Senayan (08/03/20).

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang diwakili oleh Anggota Komite Eksekutif KOI, Jadi Rajaguguk menyampaikan 6 point penting, yang pertama KOI membahas tentang atlet, yang kedua pelatih, yang ketiga juri, yang keempat venue, yang kelima event pertandingan internasional, dan yang keenam organisasi. “Pertama adalah menyangkut atlet, kalau ada cabor enggak ada atletnya kan percuma. Maka atlet itu pertama yang sangat penting, kalau sudah ada atlet maka harus ada yang melatih, pelatih. Tadi Bu Hellen (Ketua Teqball Indonesia) sudah mengatakan tentunya harus ada pelatihan pelatih.” “Kalau sudah ada atlet dan pelatih, tentu harus ada juri, kalau ngga ada juri bingung juga bagaimana menilainya. Sudah ada juri, maka harus ada venuenya. Sudah ada venue, Bu Hellen harus membuat event, internasional event. Sudah ada event, baru yang terakhir itu organisasi,” tegas Jadi Rajaguguk Pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang diwakili Sekretaris Jenderal (Sekjen), Ade Lukman mengatakan jika KONI pusat menyambut baik cabang olahraga Teqball di Indonesia dan berharap Teqball Indonesia dapat memberikan banyak prestasi. “KONI Pusat tentunya menyambut baik hadirnya teqball Indonesia. KONI Pusat memiliki 34 KONI provinsi, 514 KONI Kabupaten dan Kota, tentunya kita harapkan juga bahwa Teqball Indonesia akan hadir di 34 provinsi dan juga di 514 Kabupaten/Kota.” “Kita harapkan bersama segera Teqball indonesia dapat dipromosikan di seluruh penjuru Indonesia,” ungkap Ade Lukman (08/03/20).

Semua tamu undangan sangat berharap Teqball Indonesia bisa menjadi cabang olahraga yang banyak diminati oleh masyarakat. Dan bisa menjadi salah satu cabang olahraga yang menghasilkan atlet-atlet yang luar biasa. Penulis: Tesa Yohana

Baca selengkapnya: https://www.indosport.com/multi-event/20200308/pemerintah-siap-dukung-teqball-indonesia

Resmi! Teqball Jadi Olahraga Baru di Indonesia

INDOSPORT.COM – 8 Maret 2020 menjadi tanggal yang bersejarah untuk cabang olahraga teqball. Pasalnya tanggal tersebut menjadi tanggal peresmian cabang olahraga teqball di Indonesia. Cabang olahraga teqball Indonesia diketuai oleh mantan anggota Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yaitu Hellen Sarlita de Lima. Uniknya, dalam memilih tanggal peresmian, tanggal 8 Maret juga dirayakan sebagai peringatan International Women’s Day. Ketua Teqball Indonesia, Hellen mengungkapkan jika teqball Indonesia akan mengikuti kejuaran internasional dalam waktu dekat. Ia bersama pengurus teqball Indonesia juga akan sesegera mungkin mengajukan diri menjadi anggota KOI dan KONI.

“Kejuaraan internasional terdekat bidikan kami adalah Asian Beach Games 2020 di China akhir tahun nanti. Tapi sebelum itu kami akan menggelar kejuaran nasional. Rencananya sebelum atau sesudah puasa.” “Kami juga akan mengajukan diri menjadi anggota KONI dan KOI. Semua proses baru berjalan,” tegas Hellen di Senayan (08/03/20). Rencana pengajuan diri menjadi anggota KOI dari ketua dan pengurus Teqball Indonesia dibenarkan oleh Anggota Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia yaitu Jadi Rajaguguk. Ketua Teqball Indonesia juga berharap jika cabang olahraga ini dapat berprestasi bagi bangsa dan negara Indonesia. Hellen pun tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukung teqball Indonesia.

Acara peresmian Teqball Indonesia banyak dihadiri oleh orang-orang penting di Indonesia, seperti pengurus dari KOI, KONI, dan perwakilan dari Kemenpora. Bahkan beberapa pengurus dari cabang olahraga lain pun menghadiri acara peresmian Teqball Indonesia. Penulis: Tesa Yohana

Baca selengkapnya: https://www.indosport.com/multi-event/20200308/resmi-teqball-jadi-olahraga-baru-di-indonesia

Kaum Milenial Diajak Tekuni Olahraga Teqball

SuaraKarya.id – JAKARTA : Meski tak lagi menjabat Plt Sekjen Komite Olimpiade Indonesia, Hellen Sarita de Lima tetap berkecimpung di dunia olahraga. Kini, wanita Indonesia pertama lulus sebagai Executive Master in Sport Management (Memos) mendapat kepercayaan untuk memimpin organisasi olahraga Teqball di Indonesia. 

“Semua ini berawal ketika FITEQ mempromosikan Teqball di Indonesia saat menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Kemudian FITEQ memberikan mandat kepada pak Erick Thohir selaku Ketua Penyelenggaraan Asian Games (INASGOC) untuk mendirikan organisasinya. Keinginan itu sudah kita wujudkan dengan mendirikan Pengurus Pusat Indonesia Teqbal (PP InaTeq),” kata Ketua Umum PP InaTec, Hellen Sarita de Lima saat ditemui pada acara Kursus Referee Teqball Level yang digelar di SMP Negeri 111 Jakarta, Sabtu (2/11/2019). 

Kegiatan awal pendirian PP InaTeq ditandai dengan Kursus Referee yang diikuti 20 peserta terdiri dari pelajar berusia di bawah 16 tahun dan beberapa pengurus PP InaTeq. Kegiatan yang berlangsung dari 1-3 November 2019 itu ,menampilkan tiga instruktur dari FITEQ yakni Augusztin, Norbert Foris, Renata Vasas dan Lea menyajikan masalah peraturan pertandingan dan permainan olahraga teqball. 

“Kita memilih SMP Negeri 111 sebagai tempat Kursus Referee sebagai bentuk penghargaan dimana para pelajar SMP Negeri 111 yang mengunjungi booth Teqball dan ikut mencoba permainannya dalam kegiatan Olympic in Action di Jakarta, Agustus 2019. Tidak hanya sebatas di situ, ternyata mereka mencoba belajar bermain dengan menggunakan meja tenis meja sekalipun belum memiliki meja dan pengetahuan peraturan teqball. Sedangkan peserta kursus wajib berusia 16 tahun sesuai permintaan karena FITEQ ingin olahraga ini berkembang di kalangan milenial,” jelas Hellen Sarita de Lima. 

“Olahraga Teqball sangat menarik dan penuh tantangan. Anak-anak yang ikut kursus sudah memahami peraturan pertandingan dan mereka juga sudah bisa memainkannya dengan baik,” timpal Yunus Dartono, Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 111.

Mengingat olahraga teqball sudah berkembang di seluruh dunia, kata Hellen Sarita de Lima, PP InaTeq akan bergerak membentuk kepengurusan di berbagai provinsi. Rencananya, Kejuaraan Nasional Teqball akan digelar tahun 2020. 

“Teqball itu olahraga kaum milenial. Jadi, kaum milenial yang menekuni sepakbola, futsal dan takraw bisa bergabung di Teqball. Dan, kami akan mulai bergerak di awal tahun 2020 untuk memassalkan sekalian membentuk pengurus Provinsi InaTeq di berbagai daerah,” jelasnya. 

“Potensi Indonesia untuk bisa meraih prestasi di olahraga Teqball cukup besar. Sebab, ukuran tubuh tidak menjadi ukuran. Akurasi dan kecepatan yang lebih diutamakan dalam memainkan Teqball,” tambahnya. 

Lebih jauh Hellen mengungkapkan, Teqball akan menjadi salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Asian Beach Games di Shanya, China 2020. Untuk itu, FITEQ akan menyelenggarakan Asian Competition, 25 – 30 November 2019. Dan, FITEQ juga menawarkan Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Teqball Asia 2021. 

“Yang pasti, PP InaTeq ingin mempersiapkan Tim Teqball Indonesia untuk tampil di Asian Beach Games 2020. Materi pemainnya akan dijaring dari hasil kejurnas. Bahkan, kita juga akan mempersiapkan Tim Teqball untuk menghadapi Kejuaraan Teqball Asia 2021. Kemudian, akan tampil pada Asian Games Hangzhou, China 2022 jika Teqball resmi dipertandingkan,” tandasnya. 

Seperti diketahui Teqball tengah menjadi permainan baru yang mulai digemari. Mirip tenis meja, permainan ini lebih ke pertunjukan kemampuan olah bola dan konsentrasi dan akurasi.

Bedanya jika di tenis meja atau ping pong meja bermainnya mendatar, teqball menggunakan meja melengkung. Jika di tenis meja memakai bat dan bola khusus, di teqball mesti menggunakan kaki dan kepala. Ukuran bolanya juga seperti bola sepak.
Baru-baru ini, eks bintang dunia Ronaldinho unjuk diri dalam permainan yang masih belum mendunia ini. Selain Ronaldinho, sejumlah pesepakbola lain juga unjuk keterampilan.

Ditemukan pada 2004, teqball kini tengah dipromosikan menjadi olahraga baru yang merakyat. “Saya harap permainan ini cepat berkembang dan bisa menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan di Olimpiade,” kata Ronaldinho dilansir dari The Sun. ***

Editor : Azhari Nasution

Teqball is a new sport equipment and a new sport based on football.

Copyright @ 2020 Teqball Indonesia | Supported by Dokter Website